Bos Marvel Cerita Awal Mula Gaet David Jonsson Jadi Black Panther Baru

Jakarta, Bochimo Indonesia

Bos Marvel, Kevin Feige, mengisahkan awal mula David Jonsson bisa terjaring untuk direkrut sebagai pemeran baru

Black Panther

.

Menurutnya semua terjadi dalam sebuah “pertemuan rahasia”.

Dalam wawancara dengan majalah Empire, bos Marvel Studios tersebut mengatakan bahwa sutradara Black Panther, Ryan Coogler, dalam pertemuan itu sudah langsung bisa menyadari bahwa Jonsson adalah orang yang cocok sebagai penerus T’Challa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami belum memulai pencarian [kala itu],” kata Feige menjelaskan seperti diberitakan

Variety

pada Minggu (26/7). “Ryan sedang mengerjakan Sinners, dan ketika Ryan mengerjakan sebuah proyek, dia akan sepenuhnya fokus ke sana.”

“Jadi asumsinya adalah kami akan bertemu dengannya setelah Sinners rilis, setelah kampanye Academy [Oscar]. Kami menunggu hingga setelah Academy Awards [2026] untuk bertemu dengan Ryan dan memulai proses itu.”

“Sekitar satu setengah bulan sebelum proses itu, dia menelepon saya dan berkata, ‘Gue ketemu nih’. Saya bertanya, ‘Maksudnya?’ Dia menjawab, ‘Gue

dapet

orangnya. Dia ini orangnya, David Jonsson’,” kata Feige.

“Ryan menyebutkan film-filmnya. Saya sudah menonton beberapa di antaranya. Saya menonton lebih banyak lagi. Ryan berkata, ‘gue mau ketemu dia’. Dia

adain

pertemuan rahasia dengan David malam-malam di sebuah hotel di suatu tempat, dan dia telepon saya setelahnya dan bilang ‘Ini orangnya, dia orangnya, gue bisa

rasain

. Gue bisa merasakannya di jiwa gue. Dia orang baik, dan dia adalah

the next Black Panther

‘.”

“Dan saya merinding, dan saya sedikit terharu dan berkata, ‘Ayo kita lakukan’. Jadi kami telah menyimpan rahasia ini selama lima atau enam bulan,” kata Feige.

David Jonsson resmi didapuk Marvel film ketiga Black Panther yang kembali digarap sutradara Ryan Coogler. Nama Jonsson diumumkan oleh bos Marvel, Kevin Feige, dalam sesi Marvel di San Diego Comic-Con pada Sabtu (25/7) malam.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata David Jonsson seperti diberitakan pada Minggu (26/7).

“Terima kasih Ryan, terima kasih Kevin (Feige), dan terima kasih kepada keluarga luar biasa ini yang menjadi kehormatan, hak istimewa, dan berkah bagi saya untuk bergabung,” lanjutnya.

“Saya sebenarnya tidak ingin berbicara terlalu banyak karena saya ingin membiarkan filmnya yang berbicara. Tapi percayalah, kehormatan ini sepenuhnya milik saya.”

Film tersebut akan mengisahkan perjalanan putra T’Challa yang telah beranjak dewasa sebagai penerus takhta Wakanda sekaligus pewaris mantel Black Panther.

Karakter Raja T’Challa sebelumnya diperankan oleh Chadwick Boseman dalam film pertama Black Panther yang dirilis pada 2018. Namun, Boseman meninggal dunia pada Agustus 2020 di usia 43 tahun setelah diam-diam berjuang melawan kanker.

Dalam sekuel Black Panther: Wakanda Forever (2022), sosok Black Panther kemudian diteruskan oleh adik T’Challa, Shuri, yang diperankan oleh Letitia Wright.

Black Panther 3 dijadwalkan tayang pada 15 Desember 2028.

(end)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Bochimo]

Baca lagi: Update Terbaru Perkara Tribun VIP Kejurnas Drift di Purwokerto Ambruk

Baca lagi: Dokter Magang Meninggal, IDI Usul Jam Kerja Dibatasi 40 Jam per Pekan

Baca lagi: Gunung Es Raksasa Greenland Terbalik, Picu Gelombang Dahsyat

3 Responses

  1. Bahasannya sangat berbobot dan terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Sukses terus untuk blognya! Kebetulan kemarin sempat baca ulasan sejenis yang detail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297324930_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320526612_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296953309_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320130534_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320691328_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297001218_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297411040_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297520522_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297169629_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320653527_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320530187_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320010328_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320577507_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320369117_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320515854_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297614256_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297032736_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320242852_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297179729_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297198279_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2319992298_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297013477_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320558282_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320702929_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320602614_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320043211_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320504381_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297428940_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320537256_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296951806_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: