
Jakarta, Bochimo Indonesia
—
Film terbaru Stephen Chow,
Kung Fu Soccer
, menuai ulasan yang begitu kontras di kalangan penonton awal. Film tersebut premiere 11 Juli di China. Ada yang memuji karena bisa bernostalgia, tapi banyak pula yang mengaku kecewa dengan film itu.
Perbedaan kontras penilaian itu hadir meski Kung Fu Soccer sukses besar dari segi komersial dengan meraup pendapatan fantastis lebih dari 455 yuan atau setara Rp1,2 triliun dalam dua hari pertama penayangannya di China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Global Times
pada Minggu (12/7) memberitakan sinyal keterbelahan penonton ini terlihat jelas dari rating awal yang bertengger di angka 6,6 dari 10 pada platform ulasan populer China, Douban.
Angka yang terhitung moderat tersebut mencerminkan perdebatan sengit mengenai kualitas cerita, gaya humor, hingga teknis produksi dari film yang digadang-gadang sebagai penerus mahakarya klasik Shaolin Soccer (2001).
Di satu sisi, kelompok penonton yang kecewa menilai film yang dibintangi Zhang Xiaofei, Dilraba, dan Lay Zhang ini terlalu malas karena mendaur ulang formula lama dari Shaolin Soccer.
Alurnya dinilai repetitif dan kualitas efek visualnya dianggap ketinggalan zaman.
[Gambas:Video Bochimo]
Salah satu penonton pada hari pertama pemutaran, Lin Xiao, bahkan blak-blakan mengaku tidak puas selepas keluar dari studio bioskop karena merasa visualnya mengecewakan, ceritanya berantakan, dan ia hampir tidak tertawa sepanjang film.
Kritik terhadap aspek visual ini tergolong ironis mengingat laporan industri dari ThePaper.cn menyebut proyek ini digarap dengan skala produksi masif. Kung Fu Soccer mengintegrasikan lebih dari 1.200 bidikan efek visual dan memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti motion-capture hingga AI-rendering.
Namun bagi sebagian penonton, kecanggihan teknologi tersebut dinilai gagal memberikan sentuhan magis yang orisinal.
Sebaliknya, barisan penonton yang menyukai film ini memberikan pembelaan dengan memuji keberanian Stephen Chow dalam menggeser fokus narasi.
Alih-alih mengulang formula usang tentang pahlawan pria, Kung Fu Soccer dinilai menyegarkan karena mengangkat tema solidaritas dan pertumbuhan karakter perempuan di lapangan hijau.
Penggemar setia juga menyambut hangat kembalinya humor absurd serta adegan aksi teatrikal khas Chow yang dinilai berhasil membangkitkan kembali memori masa muda mereka.
Pengaruh kuat nostalgia ini bahkan membuat sebagian penggemar menyatakan tetap akan kembali membeli tiket untuk memberikan dukungan moral terlepas dari banyaknya ulasan miring yang beredar.
Melihat fenomena ini, peneliti dari School of Cultural Industries Management di Communication University of China, Bu Xiting, menilai respons yang terbelah ini merupakan refleksi dari pergeseran standar ekspektasi penonton di era modern.
Menurutnya, di era pemanfaatan AI yang kian masif seperti sekarang, penonton menuntut kualitas produksi yang jauh lebih tinggi sehingga jualan modal nostalgia saja tidak lagi cukup untuk memenangkan hati publik secara utuh.
[Gambas:Youtube]
Meski ulasan penonton terpecah secara ekstrem, film yang turut menampilkan kameo dari Carina Lau dan aktor Jepang Takeru Satoh ini tetap menjadi magnet utama yang merajai bioskop musim panas.
Mengandalkan momentum demam olahraga global menyambut siklus Piala Dunia 2026, film berkonsep multibahasa ini menguasai 48,2 persen slot penayangan nasional pada hari perdananya.
Performa komersial yang masif ini membuktikan bahwa nama besar Stephen Chow masih memiliki daya tawar yang luar biasa, meskipun keberlanjutan momentum box office film ini ke depan sangat ditentukan kekuatan testimoni dari mulut ke mulut ketimbang sekadar jualan nama besar sang sutradara.
Kung Fu Soccer baru akan tayang 12 Agustus di bioskop Indonesia.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: China Mulai Gerah, Desak AS & Iran Segera Buka Selat Hormuz
Baca lagi: Prediksi Cuaca Hari Ini: Siklon Haishen Picu Hujan di Sejumlah Daerah
Baca lagi: Jadwal Janice Tjen/Aldila Sutjiadi di Wimbledon 2026: Lawan Tuan Rumah



11 Responses
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=290559 tadi.
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=288737 juga.
Artikel yang sangat bermanfaat, bahasanya ringan tapi ngena. Oh ya, buat yang mau eksplor lebih jauh bisa cek https://kldp.org/comment/273786 rekomen banget buat nambah referensi.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/253849 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
wijaya88 tempat main slot gacor terpercaya akses langsung wijaya88 login sekarang
genting138 salah satu situs slot gacor slot777
Tulisan ini menyajikan sebuah petualangan ilmiah yang sangat mendebarkan, di mana penulis berhasil membongkar variabel-variabel tersembunyi dengan metodologi yang sangat rapi. https://teknokrat.ac.id/application-of-the-school-profile-information-system-at-smk-minhadlul-ulum-tegineneng-pesawaran-regency-as-an-effort-in-building-a-positive-school-image/
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://bmoreart.com/2015/10/we-made-a-magazine.html ini juga sangat direkomendasikan.
Makasih banyak udah nulis ulasan sedetail ini. Kalau ada yang butuh referensi lain, bisa mampir juga ke https://www.brownpapertickets.com/event/5507259 buat nambah informasi.
Artikel ini menjawab banyak pertanyaan yang selama ini saya cari. Sekadar nambahin referensi, coba deh cek juga tautan https://organicore-cbd-gummies-usa-2023.company.site/SAMPLE-Yellow-Fluffy-Sweater-p559252579 ini.
Ulasan yang sangat berbobot dan ngasih banyak insight positif. Sebagai referensi silang biar makin kaya wawasan, coba deh cek juga tautan https://teknokrat.ac.id/halalbihalal-universitas-teknokrat-indonesia-dewi-sukmasari-setiap-insan-teknokrat-adalah-pemimpin-teladan/ ini.