
Jakarta, Bochimo Indonesia
—
Lembaga Sensor Film
(LSF) mengungkapkan masih membahas pengaturan mengenai penyensoran konten di platform over-the-top (OTT) atau layanan video streaming dalam revisi Undang-Undang Perfilman.
Anggota LSF Gustav Aulia mengatakan pembahasan tersebut masih berlangsung di tingkat legislatif sehingga belum ada keputusan final terkait mekanisme pengawasan konten OTT.
“Ini tentu masih dibahas dalam rancangan undang-undang revisi Undang-Undang perfilman,” kata Gustav dalam sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) di Depok, Jawa Barat, Selasa (21/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita lihat ke depannya tentu saja masih panjang diskusi dan juga pembahasan di tingkat legislatif, juga masih kita tunggu lagi seperti apa,” lanjutnya.
Namun, Gustav mengatakan sejumlah platform OTT di Indonesia telah mengikuti mekanisme sensor yang dilakukan LSF.
“Beberapa OTT yang memang ada di Indonesia seperti Vidio, MaxStream, mereka patuh sebetulnya menyensorkan,” kata Gustav.
[Gambas:Video Bochimo]
Gustav mengatakan proses tersebut membuat platform mengetahui klasifikasi usia yang sesuai sebelum konten ditayangkan kepada publik. Ia berharap platform OTT lainnya juga menerapkan mekanisme serupa.
“Jadi sebagian dari karya produksi yang nasional, itu mereka menyensorkan. Misalnya di episode-episode yang awal untuk menentukan klasifikasi usianya,” kata Gustav.
“Jadi mereka juga memiliki Surat Tanda Lulus Sensor, sekaligus mereka juga ingin tahu apakah yang sudah mereka buat filmnya tersebut cocok untuk usia berapa,” lanjutnya
“Kemudian penerapan berikutnya tentu saja kami berharap agar OTT yang lain juga mengikuti.”
Sementara itu, Badan Perfilman Indonesia (BPI) mendorong agar pengawasan konten di platform OTT tidak sepenuhnya dilakukan pemerintah melalui LSF.
Ketua BPI Fauzan Zidni, mengusulkan skema co-regulasi, yakni mekanisme yang melibatkan pemerintah dan industri dalam menentukan klasifikasi maupun pengawasan konten.
“Saya pikir co-regulasi bisa menjawab tantangan melindungi masyarakat juga tapi juga memberikan ruang kepada industri untuk berkembang dengan teknologi yang ada sekarang,” kata Fauzan.
Usulan tersebut merujuk pada mekanisme yang telah diterapkan platform OTT internasional melalui sistem klasifikasi konten internal atau Standard and Practices (S&P) di masing-masing perusahaan.
“Jadi sebenarnya apa yang sudah OTT lakukan juga, secara OTT internasional ya, secara internal sudah melakukan hal yang dilakukan oleh LSF, cuma memang itu di internal perusahaannya masing-masing,” kata Fauzan.
“Jadi sebenarnya industri sudah melakukan self-regulated yang mereka lakukan masing-masing.”
Sebelumnya, pemerintah mengungkap tengah menggodok revisi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman untuk memperjelas pengaturan filtrasi konten pada platform video streaming OTT atau video on demand (VoD).
Ketua Subkomisi Hukum dan Advokasi Lembaga Sensor Film (LSF) RI Saptari Novia Stri mengatakan aturan yang berlaku saat ini belum secara tegas mengatur kewajiban sensor bagi layanan streaming digital.
Kondisi tersebut menyebabkan tidak semua penyelenggara OTT menyerahkan film atau kontennya untuk melalui proses sensor di LSF.
“Penjelasan di Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 belum secara jelas mengatur OTT. Karena itu saat ini sedang dilakukan revisi undang-undang untuk memperjelas platform yang termasuk dalam kategori tersebut,” ujar Novia seperti diberitakan Antara, 12 Juni 2026.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FIFA Dapat Rezeki Nomplok Rp268 Triliun dari Piala Dunia 2026
Baca lagi: PWI Terima Permintaan Maaf Hotman Paris: Tapi Proses Hukum Tetap Jalan
Baca lagi: Sudaryono Ungkap Nasib Kursi Kosong Wamentan usai Jadi Kepala BGN




9 Responses
Artikel ini mengajarkan kita bahwa pengaruh terbesar dibangun dari konsistensi kebaikan harian. Poin-poin ilmunya sangat kaya akan nilai-nilai keteladanan yang riil.https://www.ivoox.com/blue-vibe-cbd-gummies-reviews-amazon-near-audios-mp3_rf_115717962_1.html
Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297213849_htm
Terima kasih banyak atas ilmunya admin, penjelasannya bener-bener daging semua. Oh ya, sekadar berbagi sumber referensi lain yang relevan, tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320124702_htm ini layak dikunjungi.
genting138slot gacor 777 dan slot paling gampang menang
untung88 askes link slot gacor hari ini
Ulasan yang luar biasa informatif, pas banget pas lagi nyari materi pendukung buat tugas riset kecil saya. Sukses terus min. Sekadar berbagi sumber info lain yang relevan, coba deh intip tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320414968_htm
slot spaceman gacor ada di crazyrich88
Penjelasan yang luar biasa rapi. Sangat cocok buat dijadikan referensi tambahan. Sekadar info, materi serupa yang dibahas dengan menarik juga bisa dilihat di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320203412_htm
Artikelnya ngebantu banget nih buat nambah wawasan, bahasannya rapi dan gampang dimengerti. Buat pelengkap materi, coba deh intip bahasan menarik di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320269647_htm