
Jakarta, Bochimo Indonesia
—
Seiring berkembangnya penggunaan
AI
dalam berbagai aktivitas, sejumlah studio Hollywood turut serta membawa kecerdasan buatan tersebut ke dalam bisnis dan kerja perfilman.
Sejumlah studio-studio Hollywood kini telah menerapkan penggunaan AI dalam kerja perfilman di tengah gelombang kekhawatiran seputar teknologi tersebut di Hollywood, bahkan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada umumnya, studio-studio tersebut mengaku menggunakan teknologi AI secara bertanggung jawab dengan menempatkan AI sebagai alat bantu dalam proses kreatif, bukan sebagai pengganti peran manusia.
Selain itu, penggunaan AI juga diklaim tetap memperhatikan aspek perlindungan hak kekayaan intelektual, dengan memanfaatkan data dan aset yang berlisensi serta menghindari pelanggaran terhadap karya atau identitas kreator.
Berikut daftar studio pro penggunaan AI dalam kerja perfilman.
1. A24
A24 dan Google dilaporkan menjalin kemitraan riset AI yang membuat studio tersebut bekerja sama dengan unit DeepMind milik Google dalam mengembangkan teknologi baru berbasis AI untuk para sineas.
Ketua divisi teknologi studio, A24 Labs, Scott Belsky, mengungkapkan pihaknya sedang mengembangkan aplikasi untuk storyboard lewat AI. Hal itu disebut menjadi penataan ulang proses produksi yang juga didukung oleh sejumlah pembuat film, termasuk Martin Scorsese.
Menurut Belsky, penggunaan AI dengan cara yang tepat tetap dapat mempertahankan kendali kreatif dalam pembuatan film. Ia juga menilai penggunaan AI mendukung pengambilan risiko.
“Kami pikir ada penggunaan yang lebih baik yang mempertahankan kendali kreatif dan mendukung pengambilan risiko,” kata Belsky seperti diberitakan Wall Street Journal pada Senin (22/6).
“Alat-alat baru tersebut tidak akan terlihat seperti jenis AI yang dihasilkan berdasarkan arahan yang membuat orang merasa tidak nyaman.”
2. Disney
Pada 16 Juni 2026,
Adobe
mengumumkan kolaborasi dengan Walt Disney Imagineering Research & Development untuk mempercepat proses desain dan visualisasi pra-produksi bagi Disney Parks and Experiences melalui inovasi AI terbaru.
“Kerja sama kami dengan Adobe memungkinkan kami menghadirkan cerita dan karakter Disney ke taman hiburan kami dengan lebih cepat, sekaligus mempertahankan kualitas emosional yang diharapkan para tamu kami,” kata Kyle Laughlin, Senior Vice President R&D, Technology and Engineering di Walt Disney Imagineering.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui Adobe Firefly Foundry, model AI ini dibangun berdasarkan katalog desain milik Imagineering sendiri. Dalam praktiknya, model AI ini disebut dikembangkan secara bertanggung jawab menggunakan aset berlisensi dan aset proprietary dari sejumlah waralaba milik Disney.
Selain itu, model-model tersebut disetel secara mendalam agar memahami bahasa visual yang sangat spesifik dari masing-masing waralaba.
Kemitraan tersebut muncul setelah sebelumnya Disney menekan kontrak kerja sama dengan OpenAI untuk melisensikan serangkaian karakternya. Namun, kemitraan tersebut berakhir pada Maret 2026, hanya beberapa bulan sejak kemitraan dimulai pada akhir 2025.
Lanjut ke sebelah..
3. Lionsgate
Lionsgate dan Runway telah menjalin kemitraan sejak 2024. Pada awalnya, kerja sama itu bertujuan menggunakan AI untuk membantu proses kreatif internal dengan data IP milik Lionsgate.
Model AI tersebut dirancang untuk membantu para pembuat film, sutradara, dan tim kreatif Lionsgate dalam proses produksi, termasuk pra-visualisasi, pembuatan storyboard, sebagian dari proses pasca-produksi, dan potensi penggunaan kembali konten di berbagai skala rating dan genre.
Namun, pada Juni 2026, kemitraan tersebut berencana memanfaatkan properti yang sudah ada untuk serial pendek yang dihasilkan oleh AI. Ekspansi tersebut berpotensi memungkinkan karakter dari beberapa properti Lionsgate untuk muncul dalam proyek AI.
Wakil Ketua Lionsgate, Michael Burns, mengatakan ekspansi kemitraan tersebut bertujuan membantu para sineas dalam mengembangkan upaya kreatif mereka dalam pembuatan film.
“Ini adalah proses berulang. Seiring kami terus memperluas penggunaan teknologi Runway di seluruh operasi produksi kami dan memperkenalkan alat-alatnya kepada lebih banyak pembuat film kami,” kata Burns seperti diberitakan
Variety
pada 11 Juni 2026.
“Kami percaya ini akan membantu talenta kami mendefinisikan ulang dan membentuk kembali batasan kemungkinan dalam upaya kreatif mereka,” lanjutnya.
Sementara itu, Cristobal Valenzuela, salah satu pendiri dan CEO Runway, mengatakan Lionsgate merupakan salah satu perusahaan yang memahami AI sebagai sumber daya kreatif.
“Kita secara konsisten melihat bahwa studio-studio yang paling serius tentang AI memikirkannya sebagai sumber daya kreatif, bukan sebagai alat penghemat biaya,” kata Valenzuela.
“Lionsgate memahami hal itu. Kemitraan yang diperluas ini akan membantu lebih banyak cerita diceritakan, lebih cepat. Itu adalah inti dari misi kami di Runway, dan kami senang dapat membantu menciptakan generasi konten ikonik berikutnya.”
[Gambas:Photo Bochimo]
4. Netflix
Pada 5 Maret 2026, Netflix mengakuisisi InterPositive, perusahaan AI yang didirikan oleh Ben Affleck. Akuisisi tersebut bertujuan agar Netflix dapat mendukung proses kreatif para mitra kreatifnya.
Bela Bajaria, Chief Content Officer
Netflix
, menyatakan bahwa teknologi AI interPositive dapat memberikan kepada para mitra kreatif “lebih banyak pilihan, lebih banyak kendali, dan perlindungan yang lebih baik terhadap visi kreatif mereka.”
Sementara itu, seperti diberitakan Variety, Ben Affleck menjelaskan bahwa sistem InterPositive membangun model AI berdasarkan rekaman harian dari suatu produksi yang sedang berjalan.
Model tersebut kemudian dapat digunakan dalam proses pascaproduksi untuk melakukan berbagai tugas seperti color grading, relighting shots, hingga menambahkan efek visual.
Add
as a preferred
source on Google
Daftar Studio Pro Penggunaan AI dalam Kerja Perfilman
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: FOTO: Pameran Seni Tertua Dunia Buka di London
Baca lagi: Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Filipina Selatan
Baca lagi: Siap-siap, Puncak Hujan Meteor Bootids Hiasi Langit RI Malam Ini




16 Responses
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.aaihs.org/concede-nothing-how-to-remember-a-storm-ten-years-later/ juga bahas hal yang sama lho.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://www.buzzbii.com/bong88living juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
jangan pernah melewatkan kesempatan emas mu , keren banget deh isinya https://www.kufirst.center.ku.ac.th/foodtalks2021-4/
baru nemu saya artikel sebagus ini best banget deh http://www.kufirst.center.ku.ac.th/itap2021/
Kalimatnya singkat, padat, dan jelas. Sangat efisien!http://www.kufirst.center.ku.ac.th/samling2021_liveday2/
Artikel ini benar-benar membuka mata saya terhadap realita yang adahttps://countrysmokehouse.flywheelsites.com/product/chicken-italian-sausage/
Sebuah refleksi tulisan yang sangat dalam dan penuh makna.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9994-2/
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://exchange.xforce.ibmcloud.com/vulnerabilities/47477 yaa.
Penulis benar-benar jenius dalam memetakan masalah dan memberikan solusi konkret http://www.kufirst.center.ku.ac.th/kufirstwebinarfoodsafetyseries1/ seruu banget
Tulisan yang sangat menyentuh dan thought-provoking (memancing pemikiran).https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9188-2/
Penulis berhasil menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami. Referensi lain juga tersedia di https://files.fm/king88comguru/info.
Saya senang menemukan artikel yang tidak hanya informatif tetapi juga nyaman dibaca. Jika ingin menambah referensi, kunjungi https://www.vevioz.com/king88comguru/following.
Sebuah standar emas untuk penulisan artikel berkualitas di masa kini.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-safety-management-course-2023-pic/
Membaca artikel ini bikin saya sadar kalau masih banyak hal hebat yang belum saya tahu. Edukatif banget https://www.kufirst.center.ku.ac.th/frontier-in-food-2023-1-live/
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1911 ini juga sangat direkomendasikan.
Asli, awalnya bingung tapi abis baca ini jadi langsung connect. Eh sekadar sharing, di https://magic.ly/CATCAT/Simbol-Kekuatan-Digital-di-Era-Modern juga ada ulasan yang se-tipe dan seru buat nambah referensi.