
Jakarta, Bochimo Indonesia
—
Sutradara Yeom Ji-ho melayangkan pujian tinggi atas totalitas
Shin Min-ah
saat menjadi pemeran utama
The Eyes
. Dalam film psychological thriller itu, Shin Min-ah memerankan saudara kembar yang kehilangan penglihatan.
Sutradara Yeom Ji-ho mengungkapkan rasa kagumnya yang mendalam atas dedikasi sang aktris di lokasi syuting, khususnya saat menggambarkan proses penurunan fungsi penglihatan karakter utama secara realistis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada momen-momen di mana saya memintanya untuk menggambarkan sensasi tepat dari kehilangan penglihatan di layar, dan ia mengeksekusinya dengan sempurna,” kata Yeom Ji-ho seperti dikutip dari production notes The Eyes.
“Saya ingat pernah berpikir dalam hati, ‘Ini dia. Kita berhasil mendapatkannya,'” kenang Yeom Ji-ho saat memuji penampilan Shin Min-ah yang menjadi pusat emosional dalam film tersebut.
Dalam The Eyes, Shin Min-ah secara terampil memerankan Seo-jin, seorang fotografer yang secara bertahap kehilangan penglihatannya namun bertekad mengungkap kebenaran di balik kematian saudara kembarnya.
Karakter tersebut menampilkan dinamika emosi, mulai dari keputusasaan dan ketakutan hingga tekad yang tak tergoyahkan saat menghadapi bahaya.
[Gambas:Video Bochimo]
Pada saat bersamaan, Shin Min-ah juga memerankan karakter Seo-in, sang adik yang sukses berkarier sebagai seniman keramik meski telah lebih dulu kehilangan penglihatannya.
Mengenai keputusannya bergabung dalam proyek ini, Shin Min-ah menjelaskan ketertarikannya pada kompleksitas emosi karakter tersebut.
“Saya tahu ini akan menjadi peran yang menantang sebagai seorang aktris, tetapi karena karakter ini menuntut saya untuk mengekspresikan ketakutan, kecemasan, dan sensitivitas yang meningkat secara bertahap,” tuturnya.
“Saya merasa ini sangat menarik, baik dari segi akting maupun genre,” ujar Shin Min-ah.
Shin Min-ah juga membeberkan pendekatan khusus yang ia lakukan untuk membedakan karakter kedua saudara kembar tersebut meski memiliki paras yang identik.
“Meskipun mereka memiliki wajah yang sama, saya berfokus untuk menciptakan perbedaan melalui emosi dan atmosfer mereka secara keseluruhan,” ungkapnya.
“Seo-jin campur aduk yang rumit antara rasa bersalah, kekaguman, dan beban emosional terhadap adiknya, sedangkan Seo-in menuntut saya lebih berfokus mengekspresikan bagaimana ia mengalami dan memahami dunia tanpa penglihatan,” jelasnya.
Totalitas Shin Min-ah juga terlihat dari pendalaman emosional dan persiapan fisik yang ia lakukan demi menghidupkan karakter tersebut secara nyata di layar lebar.
“Saya merasa seolah-olah mengalami sendiri ketakutan dan kecemasan seseorang yang kehilangan penglihatannya. Itu adalah jenis teror yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, dan rasanya sangat nyata,” tuturnya.
Untuk mendukung performa fisiknya, ia bahkan melatih gerakan mata secara mendalam agar efek penurunan penglihatan terlihat sempurna.
“Saya ingin penurunan penglihatan Seo-jin secara bertahap terasa serealistis mungkin. Saya menghabiskan banyak waktu untuk berlatih gerakan mata yang halus agar fokus di setiap mata terlihat sedikit tidak sejajar,” beber Shin Min-ah.
“Saya juga merasa bahwa ketika penglihatan seseorang memburuk, mereka menjadi semakin sensitif dan tegang, jadi saya berusaha mengekspresikan kesadaran yang meningkat bahkan terhadap suara dan sensasi terkecil,” ia menjelaskan.
The Eyes tayang 22 Juli di bioskop Indonesia.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Trump: Iran Lebih Serius dalam Berunding, Tapi Kesepakatan Masih Jauh
Baca lagi: Pakar Ungkap Penyebab Malam Lebih Dingin Saat Kemarau
Baca lagi: China Gelar ‘UFC’ Robot Pertama di Dunia, Kepala Sampai Copot



8 Responses
Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297077228_htm
Artikelnya ngebantu banget nih buat nambah wawasan, bahasannya rapi dan gampang dimengerti. Buat pelengkap materi, coba deh intip bahasan menarik di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297150098_htm
Ulasan yang luar biasa informatif, pas banget pas lagi nyari materi pendukung buat tugas riset kecil saya. Sukses terus min. Sekadar berbagi sumber info lain yang relevan, coba deh intip tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320414968_htm
Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297527890_htm
Bahasanya lugas dan langsung ke intiny1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535“>1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535 1535a. Saya suka!
Luar biasa! Gaya bahasanya mengalir dengan sangat baik dan tidak membosankan sama sekali. Ini adalah salah satu artikel terbaik yang saya baca minggu ini. genting138 link
Membaca artikel ini membuat saya sadar betapa banyak hal yang terlewatkan selama ini. Data dan argumen yang disajikan sangat kuat, membuat saya ingin terus menggali lebih dalam mengenai topik yang sedang dibahas. link alternatif fins88
Artikel ini benar-benar membuka wawasan saya. Banyak poin yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan, namun dijelaskan dengan sangat runtut dan mudah dipahami di sini. Terima kasih sudah berbagi perspektif yang berharga ini!fins88 login